Javascript is disabled!!!! Redirecting.... Reading Comprehension

Reading Comprehension | Page 1/3

Introduction

Test Reading Comprehension dalam tes AcEPT memiliki kesamaan dengan tes TOEFL sekaligus juga perbedaan. Kesamaan kedua tes ini terletak pada tren soal dan tingkat kesulitannya; sementara perbedaannya terletak pada orientasi bacaan. Jika teks bacaan dalam tes TOEFL lebih menitikberatkan pada informasi yang condong ke Amerika dan Kanada, maka AcEPT lebih bersifat lebih global, yakni dapat berisi informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan Amerika, Kanada, Inggris, Australia, Asia, ataupun Afrika.

Tes Reading Comprehension dalam TOEFL berisi 40 butir pertanyaan dengan waktu pengerjaan 40 menit. Waktu yang terbatas ini harus digunakan untuk membaca empat buah teks akademik dari disiplin ilmu yang berbeda-beda yang masing-masing tersusun atas 400 – 500 kata. Setiap teks bacaan diikuti oleh 10 butir pertanyaan. Gambaran ini menunjukkan betapa perlunya seorang calon peserta tes mempersiapkan langkah-langkah taktis untuk mengerjakan Reading Comprehension ini.

Salah satu upaya taktis untuk menghemat waktu dalam mengerjakan tes AcEPT, khususnya untuk bagian Reading Comprehension ini adalah dengan menggunakan cara yang cepat dan tepat. Cara membaca yang penuh kehati-hatian dan terlalu pelan sangat tidak disarankan dalam tes AcEPT maupun TOEFL. Demikian juga cara membaca yang runtut dari A sampai Z sampai semua detail informasi dapat diserap, tidak direkomendasikan karena cara-cara demikian akan memakan waktu yang banyak sekali. Yang direkomendasikan adalah membaca cepat dan cara yang akurat mengerjakan soal.

Dalam kaitannya dengan ketrampilan membaca cepat ini, relevan sekali bagi calon peserta tes AcEPT untuk menanyakan kepada diri sendiri seberapa efektifkah yang bersangkutan mampu membaca sebuah teks berisi 400 – 500 kata dengan nuansa akademik? Untuk maksud menguji efektifitas membaca, berikut ditampilkan sebuah teks berbahasa Indonesia yang berisi kurang lebih 300 kata. Tugas untuk Anda adalah Jika Anda diberi waktu 60 detik, informasi apa sajakah yang Anda serap? Patuhilah waktu 60 detik yang diberikan kepada Anda. Gunakan jam atau stop watch untuk mengerjakan tugas ini.

Entah penghuninya suka memasak atau tidak, dijamin semua rumah pasti mempunyai dapur. Dapur umumnya berfungsi untuk melakukan kegiatan masak-memasak. Untuk memudahkan orang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan masak-memasak ini, dapur biasanya dilengkapi beberapa alat atau media. Salah satunya adalah bak cuci yang sering disebut dengan istilah sink atau kitchen sink.

Cara kerja sink sebetulnya mirip dengan wastafel. Bedanya, bila wastafel biasanya digunakan untuk mencuci tangan dan diletakkan di seputar kamar mandi atau meja makan, sink ditelatakkan di dapur. Fungsinya adalah untuk mencuci sayuran atau peralatan makan.

Bentuk sink biasanya kotak dan agak dalam, sehingga cukup untuk mencuci benda yang agak besar. Dari bentuknya, sink ada yang hanya terdiri dari satu bak (disebut single hole) ada juga yang terdiri dari dua bak yang diletakkan bersebelahan (disebut double hole) Pada sink dua bak, bak yang satu berfungsi untuk mencuci piring kotor, sementara bak yang satunya lagi berfungsi untuk membilas.

Pada bagian tengah sink terdapat lubang untuk pembuangan air, yang akan mengalirkan air kotor ke saluran pembuangan. Pada saat mencuci piring, biasanya ada sisa-sisa makanan yang sering membuat saluran ini menjadi mampet. Agar terhidnar dari hal tersebut, saat ini tersedia penyaring yang bisa diletakkan di atas lubang pembuiangan air. Jadi begitu Anda mengguyur piring di atas bak cuci, kotoran sisa makanan akan terjaring di alat penyaring ini. Setelah selesai mencuci, anda tinggal mengangkat penyaring ini dan membuang kotorannya ke tempat sampah.

Saat ini dijual sink dalam bentuk jadi, yang umumnya terbuat dari stainless steel yang tekenal awet. Tapi ada juga yang terbuat dari batu alam (marmer atau granit), atau PVC. Yang terbuat dari batu alam tentunya kuat, tapi lebih mahal. Sementara bak yang terbuat dari PVC lebih murah tapi tidak terlalu awet. Orang biasanya memilih bahan ini bila menginginkan warna putih untuk sink”.

(Tabloid RUMAH, ‘Jendela: Kitchen Sink’ hal 32, edisi 52, III/18 Januari – 31 Januari 2005)


Pertanyaan:

Informasi apa saja yang anda serap setelah menghabiskan waktu 60 detik?

Untuk waktu 60 detik, Anda tidak perlu berharap dapat mengingat secara rinci semua informasi dalam bacaan tersebut. Namun paling tidak Anda harus mampu mengenali gagasan utama bacaan tersebut sebab jika tidak, rentetan kesulitan akan Anda hadapi saat mengerjakan soal Reading Comprehension.

Dalam contoh di atas, fokus utama bacaan tersebut adalah sink. Kata ini memang tidak muncul dalam kalimat pertama, tetapi semua data awal pada paragraf pertama mengarah pada kata sink. Kata dapur, walaupun disebut tiga kali di bagian awal paragraf, tidak dapat dikatakan sebagai fokus bacaan. Kata tersebut berfungsi membuka informasi yang oleh penulisnya dipakai untuk menjembatani hadirnya kata sink pada paragraf pertama. Paragraf-paragraf lain menjelaskan tentang sink, sehingga bisa disimpulkan bahwa topik bacaan tersebut adalah sink. Jika Anda adalah seorang pembaca yang efektif, anda tentu juga sempat melihat sekilas informasi mengenai ‘cara kerja sink’, ‘bentuk sink’, ‘bagian tengah sink’, dan ‘bahan dasar sink’. Tentu Anda tidak perlu tahu atau ingat secara rinci semua detail informasi itu karena detail tersebut dalam sebuah tes dapat Anda lacak kembali saat ditanyakan dalam soal.

Teks di atas barangkali relatif mudah untuk dibaca dalam waktu singkat. Jika teks tersebut ditulis dalam bahasa Inggris ada kemungkinan akan mengurangi kecepatan membaca Anda. Ini menggambarkan perlunya berlatih membaca teks berbahasa Inggris dengan cepat dan tepat. Khusus untuk maksud persiapan AcEPT ini calon peserta harus mengasah speed reading skills-nya dengan mempelajari teknik previewing, scanning, skimming, dan guessing. Empat sub-skill ini diyakini akan meningkatkan speed reading calon peserta tes dan akan sangat diperlukan tatkala mengerjakan bagian Reading Comprehension. Untuk itu keempat sub-skill ini harus dipelajari dengan sebaik-baiknya sebelum calon pesertat tes mengikuti tes AcEPT.

TEXT US EMAIL US HIDE